Konser Salam Metal Dihadiri 250 Ribu Massa yang Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Sugeng rawuh Egreen International di Website Kami!

JAKARTA – Konser Salam Metal dihadiri 250 ribu orang yang siap kalahkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. Kampanye akbar ini digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (3/2/2024). . ) mulai pukul 13.00 WIB. Konser Salam Metal Dihadiri 250 Ribu Massa yang Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Divonis Sisa Hidup 9 Bulan, Wanita Ini Izin ke Suaminya Untuk Tidur Dengan Mantan Kekasih

Tercatat banyak masyarakat yang mulai berdatangan ke GBK untuk menghadiri konser Salam Metal. Tak hanya masyarakat Jakarta yang datang, tapi juga dari berbagai provinsi lain di Indonesia untuk mendukung Ganjar-Mahfud.

Gerakan ribuan orang ini terdiri dari unsur masyarakat negara, masyarakat sipil, buruh, akademisi, agama, budayawan, seniman, intelektual, demokrat, politisi, purnawirawan TNI, Polri, dan lain-lain.

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Arsjad Rasjid mengatakan, konser Salam Metal bukan hanya diperuntukkan bagi capres dan cawapres peringkat ketiga saja, melainkan untuk masyarakat Indonesia.

“Hari Rakyat merupakan kesempatan penting untuk membangkitkan semangat persatuan dan semangat gotong royong agar kita dapat bersinergi menuju masa baru yang lebih baik bagi Indonesia,” kata Arsjad.

Di sisi lain, MP TPN Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, melalui tayangan ini, masyarakat akan melihat orang-orang yang sebelumnya mendukung Presiden Joko Widodo, dan berubah haluan menjadi mendukung Ganjar-Mahfud.

“Masyarakat sangat mendukung Ganjar-Mahfud, karena masyarakat bisa melihat jelas capres di sisi rakyat, tetap mendukung moral dan etika,” jelas Karaniya. Konser Salam Metal Dihadiri 250 Ribu Massa yang Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

“Gerakan kerakyatan ini juga mendapat kekuatan dari mundurnya Prof Mahfud selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, yang disusul dengan mundurnya orang-orang lain dari jabatan pimpinan di pemerintahan. Terakhir, kemarin adalah Pak Ahok. Lanjutnya, “Memperkuat diri adalah istilah yang dikritik oleh para profesor di universitas-universitas ternama terkait berbagai aktivitas inkonstitusional yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Tulisan ini dipublikasikan di Lifestyle dan tag , , , , . Tandai permalink.